|
Ditulis oleh billy
|
|
Jumat, 30 Desember 2011 10:05 |
|
TASYAKURAN LAHIRNYA UU NO. 7 TAHUN 1989
DAN PELEPASAN HAKIM PENGADILAN AGAMA TEGAL

Tegal, 29 Desember 2011 l pa-tegal.go.id
Dalam rangka mensyukuri sekaligus memperingati hari yang bersejarah bagi warga Peradilan Agama Khususnya bahwa hari ini Kamis tanggal 29 Desember adalah merupakan moment yang sangat berharga karena telah disyahkannya Undang-Undang No. 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama dalam suasana sederhana penuh keakraban. Dengan adanya pengesahan tersebut kiprah dan eksistensi lembaga ini menjadi semakin kuat dan diharapkan menjadi garda depan dalam melaksanakan tugas pokok, fungsi serta kewenangannya dalam memutus perkara perdata yang dikhususkan bagi yang beragama Islam.
Dalam perjalanannya yang sangat panjang serta berliku-liku bagai jalan yang tidak selalu lurus yang selalu menghadapi berbagai tantangan dan hambatan yang kesemuanya merupakan usaha dalam mewujudkan peradilan yang agung. Segala usaha dan kerja keras yang telah dilakukan oleh seluruh aparat Peradilan Agama dalam perkembangannya telah mengalami banyak perubahan terutama dengan adanya perubahan Undang-Undang tersebut melalui UU No. 3 Tahun 2006 dengan salah satunya kewenangannya adalah menangani perkara perbankan syari’ah. Lambat laun terus bergerak seiring dengan perkembangan kebutuhan maka kemudian Undang-Undang tersebut mengalami perubahan kembali yaitu dengan lahirnya Undang-Undang No. 50 tahun 2009 yang merupakan perubahan kedua karena dipandang bahwa UU tersebut sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan kebutuhan hukum masyarakat dan ketatanegaraan menurut UUD 1945.
Disela-sela kegiatan syukuran lahirnya UU tersebut dilanjutkan dengan acara pelepasan Hakim yang telah dimutasi, diantaranya Drs. Makali yang mutasi ke Pengadilan Agama Sukoharjo dan Drs. H. Umar Jaya, SH MH yang di mutasi ke Pengadilan Agama Pekalongan. Kesan dan pesan yang mendalam dari kedua hakim yang dilepas selama menjalankan tugasnya di Pengadilan Agama Tegal terutama dalam hal kebersamaan dalam melaksanakan tugas sehari-hari sehingga kesan tersebut akan semakin dikenang sampai kapanpun demikian imbuh keduanya. Dalam kesempatan tersebut Plt. Ketua Drs. Asep Hidayat, SH menyatakan selamat jalan semoga di tempat yang baru dapat melaksanakan tugas dan fungsinya lebih baik daripada disini serta bawalah hal-hal yang baik untuk ditularkan ditempat yang baru dan jangan bawa yang jelek-jeleknya dari sini sambil diiringi dengan senyuman menandakan bahwa hakim yang dimutasi dari PA Tegal harus lebih baik dari yang lain. Diakhir acara diberikan cindera mata dan kenangan-kenangan sebagai ungkapan terima kasih telah menjalankan tugasnya dengan baik, acara kemudian dilanjutkan dengan mushafahah serta foto bersama.
|
|
Terakhir Diperbaharui pada Jumat, 30 Desember 2011 10:22 |
|
Ditulis oleh billy
|
|
Senin, 19 Desember 2011 11:39 |
|
PELANTIKAN HAKIM DI PENGADILAN AGAMA PEKALONGAN

Para Hakim yang dilantik oleh KPA Pekalongan
Pekalongan, 12 Desember 2011 l pa-tegal.go.id
Upacara pelantikan Hakim Pengadilan Agama Pekalongan yang dilaksanakan di Ruang sidang utama berjalan khidmat dan penuh kehangatan diantara seluruh hadirin yang ada hal ini karena dalam acara tersebut para hakim yang dilantik terdiri dari 5 orang hakim, salah satu diantaranya adalah hakim yang mutasi dari Pengadilan Agama Tegal. Adapun hakim yang dilantik pada acara tersebut Drs. Chayyun Arifin, SH dari PA Kajen, Drs. Iskhaq, SH dari PA Jayapura , Drs. H. Sobirin, SH MH dari PA Tulang Bawang, Dra. Hj. Sri Rokhmani dari PA Batang, Drs. H. Umar Jaya, SH MH dar Pengadilan Agama Tegal.
Usai acara pelantikan dilanjutkan dengan acara perkenalan dari masing-masing hakim yang dilantik berikut masing-masing menjelaskan biografi keluarga, pengalaman karir dan pengalaman tugas dari mulai awal sampai dengan mutasi ini. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembinaan dari Ketua Pengadilan Agama Pekalongan Drs. Masrur, SH MH yang mana menekankan pentingnya bekerja sama denga seluruh unsur yang ada di kantor ini berikutnya juga menekankan untuk saling saling bahu membahu, bekerj sama dalam semua aspek yang mendukung kegiatan yang mendukung tupoksi kita. Juga dijelaskan bahwa kantor kita ini masih memeiliki beberapa kekurangan yang harus senantiasa dibenahi dengan berbagai keterbatasan yang dimiliki oleh kita, maka dengan telah dilantiknya hakim tersebut semoga menambah kekuatan dari beberapa kekurangan yang telah kita ketahui sekarang ini. Dalam pembinaannya juga disinggung masalah pemanfaatan tekonologi informasi yang harus terus dipacu sebagaimana amanat dari Bapak Dirjen Badilag dalam berbagai kesempatan meskipun kita masih memiliki alasan klasik yaitu keterbatasan sumber daya manusia demikian ungkapnya sekaligus mengakhiri pembicaraannya. |
|
|
Ditulis oleh billy
|
|
Senin, 19 Desember 2011 11:44 |
|
E X H I B I T I O N
PTWP CABANG PATI DENGAN PTWP CABANG PEKALONGAN

Ketua Cabang PTWP Pekalongan memberikan laporan kegiatan Exhibition dan Ketua PTA Semarang saat membuka acara
Sebagai salah satu usaha dalam rangka pembinaan yang terencana akan menghasilkan kualitas dan pengalaman yang baik khususnya bagi para pemain Persatuan Tenis Warga Pengadilan (PTWP) kedua cabang yaitu Pekalongan dan Pati. Untuk mewujudkan suatu komiten menjunjung tinggi prestasi dan sportivitas dalam sebuah permainan tentunya memerlukan sebuah perjuangan untuk mewujudkannya meskipun hal itu didapat dengan usaha dan kerja keras yang sangat kuat.
Menjawab pencapaian serta cita-cita tersebut di atas dibuktikan dengan adanya usaha mengadakan latih tanding antara kedua cabang yang dilaksanakan di gedung olahraga tennis indoor milik pemerintah kota Tegal pada hari jum’at 16 desember 201. Kegiatan yang dilakukan ini selain untuk mengukur kemampuan kemampuan masing-masing cabang juga dalam rangka latih tanding balasan yang sebelumnya cabang Pekalongan telah melakukan latih tanding di cabang Pati pada beberapa waktu lalu.
Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Semarang Drs. H. Chatib Rasyid, SH MH dalam sambutannya yang sekaligus membuka kegiatan ini berpesan bahwa kegiatan ini dimaksudkan bukan untuk menonjolkan siapa yang hebat akan tetapi bagaimana permainan ini menjadikan kita bisa memahami tentang bagaimana caranya memenangkan pertandingan baik teknik dan strategi yang dimiliki agara dikerahkan dengan segala kemampuannya. Drs. H.Slamet Jufri, SH selaku pengurus daerah menghadiri kegiatan ini berikut juga mengapresiasi acara ini untuk diikuti oleh cabang-cabang yang lainnya sehingga kerangka Tim PTA Semarang dapat lebih terlihat dalam rangka MARI CUP berikutnya demikian tandasnya. Ketua cabang PTWP Drs. H. Sugeng, SH memberikan laporan bahwa kegiatan ini merupakan agenda program rutin yang akan senantiasa dilaksanakan baik tandang maupun tandang dengan cabang-cabang lain dan latih tanding yang diadakan setiap dua bulan sekali dan juga sebagai ajang persiapan dalam kegiatan PTA Cup pada tahun 2014 yang kebetulan cabang kami menjadi tuan rumahnya. Tidak lupa hadir Walikota Tegal yang diwakili oleh Kepala Dinas DISPORA Ir. Wahyudi yang membacakan sambutan walikota menjelaskan bahwa kami berterimakasih kasih Kota Tegal telah dipilih sebagai ajang latih tanding semoga kedepan dapat diagendakan kegiatannya lain yang lebih besar dan ini merupakan bentuk kerjasama antar instansi atau lembaga yang mudah-mudahan dapat lebih ditingkatkan demikian pungkasnya.
Hasil akhir dari pertandingan ini tim putra cabang Pekalongan masih mendominasi perolehan nilai, adapun untuk Tim Putri Cabang Pati mendominasi perolehan nilai.

|
|
Terakhir Diperbaharui pada Senin, 19 Desember 2011 12:07 |
|
Ditulis oleh billy
|
|
Rabu, 07 Desember 2011 11:35 |
|
SELAMAT JALAN PIMPINANKU

Keluarga Besar Pengadilan Agama Tegal pada hari Jumat, 02 Desember 2011 pukul 19.15 WIB telah kehilangan Drs. H. Suyuthie,SH MH, sebagai sosok pimpinan yang selama ini memimpin kantor kami. Beliau telah berpulang ke rahmatullah dengan tenang pada usia 56 tahun dengan meninggalkan Istri, 4 orang anak laki-laki dan 1 orang perempuan dan dimakamkan dipemakaman keluarga di daerah Demak. Beliau meninggal karena sakit yang telah dideritanya kurang lebih satu tahun ke belakang. Berat rasanya ditinggal oleh seorang pimpinan kantor karena sedikit banyak akan mempengaruhi kinerja yang selama ini telah berjalan dengan baik. Namun demikian kami keluarga besar Pengadilan Agama Tegal tetap bertekad untuk terus menjalankan kegiatan sehari-hari perkantoran sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (TUPOKSI) meski belum ada pimpinan yang baru untuk menggantikannya, namun tentunya tugas wakil ketua lah yang memiliki peran ganda dalam membuat kebijakan yang meliputi manajemen peradilan, kinerja publik dan lain-lain serta melakukan pengawasan internal berikut pembinaannya.
Berikut petikan sosok almarhum di mata pejabat Pengadilan Agama Tegal :
Drs. Asep Hidayat, SH (Wakil Ketua) sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Bapak Ketua Pengadilan Agama Tegal yang kita cintai ini memang dalam keadaan sakit dalam menjalankan tugas-tugas kesehariannya namun beliau tetap semangat dalam bekerja meskipun secara jasmani sudah banyak yang dikeluhkan akan tetapi beliau tidak pernah mengeluh sakit baik kepada seluruh keluarga besar Pengadilan Agama Tegal maupun terhadap keluarganya sendiri beliau tetap berangkat kerja dari Semarang (tempat kediaman beliau) menuju Tegal selanjutnya bahwa beliau selalu menghimbau dalam kepada seluruh pegawai untuk senantiasa meningkatkan kemampuan SDM masing-masing melalui kegiatan Kajian Hukum yang dilaksanakan setiap minggunya berikut juga dengan kegiatan pengajian dalam bentuk Kuliah Tujuh Menit. Akhirnya selamat jalan pak Ketua semoga segala amal ibadahnya diterima Allah SWT dan diampuni segala dosanya amien ya rabbal alamien.
Drs. H. Jamali (Panitera/Sekretaris) berpandangan bahwa yang pertama almarhum adalah tipe pemimpin yang pantang menyerah walaupun dalam keadaan sakit beliau tidak pernah menunjukkan bahwa dirinya sedang dalam keadaan sakit, yang kedua beliau adlah pemimpin yang senantiasa membawa bawahannya untuk maju dan selalu menanamkan rasa kebersamaan untuk kemajuan institusi, dan yang ketiga yang masih terngiang dibenak kami adalah apabila melakukan pembinaan terhadap bawahannya adalah sifat dan sikap keterbukaan diantara seluruh pegawai sehingga tidak dusta diantara kita yang terakhir selamat jalan menuju kehidupan abadi do’a dari kami seluruh karyawan/karyawati Pengadilan Agama Tegal selalu menyertai semoga menjadi khusnulkhotimah, amien ya rabbal alamien demikian pungkasnya.
Hj. Ety Budianingsih, SH (Wakil Panitera) dimata kami beliau adalah sosok muslim yang patut diteladani. Dalam keseharian beliau memiliki dedikasi, kesetiaan dan loyalitas tinggi terhadap Allah SWT dengan segala keridoannya hal tersebut dibuktikan pada saat tiba waktu shalat mengajak kepada seluruh pegawai untuk berjamaah di mushola dan tadarus Al-Qur’an ba’da shalat terutaa dibulan suci ramadhan. Sebagai pempimpin lembaga peradilan beliau sangat konkrit menjaga citra dan wibawa lembaga, giat dan aktif dalam bekerja serta memberikan pembinaan kepada aparatur pegawainya agar senantiasa disiplin dan rajin bekerja, sebagai contoh harus berseragam rapi lengkap dengan memakai atribut seperti yang dicontohkan beliau sendiri. Selalu aktif membina pegawai agar dapat bekerja professional dengan membuka forum kajian hukum untuk peningkatan kualitas para pegawai, mendorong aparatur hakim dan kepaniteraan menempuh jenjanag pendidikan yang lebih tinggi. Selalu berusaha memecahkan masalah-masalah kedinasan secara terbuka dan berani mengambil keputusan dengan penuh tanggung jawab dengan terlebih dahulu mendiskusikannya dengan bawahan, dengan motto : bekerja adalah ibadah, yaitu dengan disertai iman dan taqwa terhadap Allah SWT dengan penuh keridhoan. Selamat jalan do’a kami menyertai selalu.
Dedeng Jaelani, SH (Wakil Sekretaris) Banyak hal yang menjadi catatan penting dalam profile kepribadian Al-marhum. Semangat membangun kebersamaan dengan semboyan almarhum yang populer di Pengadilan Agama Tegal …. “ Mari bekerja sama dan sama-sama bekerja …” adalah prinsip, sikap dan falsafah almarhum yang senantiasa di tekankan dalam setiap kali pertemuan dan pembinaan. Sepintas memang semboyan itu tidaklah begitu istimewa, bahkan terkesan biasa-biasa saja, akan tetapi bila di hayati dan didalami, ternyata prinsip itu sangatlah jitu untuk menghadapi segala problematika dalam pelaksanaan tugas khususnya. Semangat untuk bekerja harus ada dalam setiap jiwa aparat negara, karena tanpa semangat untuk bekerja akan mengakibatkan terbengkalainya amanat tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Namun harus disaradari hanya berdasarkan semangat bekerja saja ternyata tidak lah cukup, perlu juga diiringi dengan semangat bekerja sama. Karena dalam penyelesaian tugas kita khususnya di Peradilan Agama bukanlah kerja Individu akan tetapi merukan team work. Jika ada satu komponen saja dari sistem kerja itu lemah maka akan berakibat kurang maksimalnya kinerja yang diharapkan. Berangat dari itulah Almarhum senantiasa mengingatkan kepada stafnya agar dapat … Bekerja sama dan sama-sama Bekerja. Selamat jalan Bapak Drs. H. Suyuthie, SH. MH. Semoga dapat tempat yang mulia disisi Allah SWT. Amien ya rabbal alamien |
|
Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 08 Desember 2011 10:13 |
|